1. Komponen pengajaran mikro
Terdapat 8 komponen kemahiran pengajaran mikro iaitu, kemahiran induksi,
penerangan, penyoalan, peneguhan, variasi ransangan, penggunaan alat bantu
mengajar, penggunaan papan tulis, serta penutupan dan membuat kesimpulan.
a.
Kemahiran Induksi
Kemahiran set induksi merupakan sesi permulaan sesuatu
proses pengajaran. Ia bertujuan supaya murid bersedia belajar dan berfikir
sesuatu.
b.
Penerangan
Penerangan merupakan
suatu kemahiran yang digunakan untuk menjelaskan atau menghuraikan sesuatu
benda dengan menggunakan contoh atau ilustrasi.
c.
Penyoalan
Kemahiran menyoal merupakan suatu kemahiran yang amat kompleks.
Sekiranya kemahiran ini digunakan dengan berkesan
Sekiranya kemahiran ini digunakan dengan berkesan
d.
Penggunaan Papan Tulis
Papan tulis digunakan untuk menjelaskan sesuatu fakta,
konsep atau idea yang abstrak. Ia juga adalah bagi memberikan peluang kepada
murid-murid mencatat nota dari papan tulis.
e.
Penutupan Dan Membuat Kesimpulan
Kemahiran penutupan dan membuat kesimpulan ini diperlukan
untuk merumus perkara yang telah dipelari. Ia juga untuk menilai semula isi-isi
pelajaran yang telah dikuasai. Selain itu, ia penting untuk menekankan isi-isi
penting.
2. Karakteristik
pengajaran mikro
Konsep
pengajaran mikro dilandasi oleh pokok-pokok pikiran, yaitu Pengajaran yang nyata,
artinya pengajaran di laksanakan tidak dalam bentuk sebenarnya, tetapi
berbentuk mini dengan karakteristik sebagai berikut :
a) Peserta
berkisar antara 5 – 10 orang
b) waktu mengajar
terbatas sekitar 10-15 menit
c) komponen
mengajar dikembangkan terbatas
d) Latihan
terpusat pada keterampilan mengajar.
e) Mempergunakan
informasi dan pengetahuan tentang tingkat belajar
f) umpan balik
terhadap kemampuan guru / calon guru.
g) pengajaran di
laksanakan bagi para siswa dengan latar belakang yang berbeda-beda dan
berdasarkan pada kemampuan intelektual kelompok usia tertentu.
h) Pengontrolan
secara ketat terhadap lingkungan latihan yang di selenggarakan dalam
laboratorium mikro teaching
i) Pengadaan
low-threat-situation untuk memudahkan calon guru mengajari keterampilan
mengajar.
j) Penyediaan
low-risk-situation yang memungkinkan siswa berpartisipasi aktif dalam
pengajaran.
k) Penyediaan
kesempatan latihan ulang dan pengaturan distribusi latihan dalam jangka waktu
tertentu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar